El Rojo Hilvanar ???? April 4, 2008
Posted by lil4ngel5ing in Life Stage, Renungan, humanity.trackback
We call him as Mr. Ganteng…
Saya, sepupu saya yang seumuran (Silvy), adik sepupu saya yang baru berusia 10 tahun (zanticha) dan adik saya sendiri yang baru menjajaki SMA (Lauretta) seperti tersihir oleh ketampanan pria yang ada dalam layar kaca.
Memang tidak ada yang namanya nabi Yusuf kedua… paling tidak, banyak orang tua yang ingin anaknya kelak tampan seperti Yusuf. Malah lucunya, pria yang diberi nama seperti nabi sekaligus manusia paling ganteng sedunia jarang yang punya wajah sepertinya. Ingat lakon Fanny Fadilah sebagai Ucup? Ya, Yusuf bin Sanusi yang biasa dipanggil Ucup Item.
Belum pernah kami mengagumi cowok jaman sekarang sedemikian rupa meskipun dengan kekurangannya. Seolah-olah kekurangan yang dimiliki hilang ditelan dunia. Memang cowok itu bukan manusia sempurna, dia manusia dengan segala kekurangan dan kebiasaannya yang mungkin tak disukai orang lain. Tapi, kami tersihir! tersihir dengan senyumannya… Ah, inilah kegilaan kami berempat, dari yang kecil sampai yang besar mendambakan pria seperti dirinya.
Sayangnya, ia cuma ada satu di dunia ini. Cowok idaman bersama, meskipun jarak, perbedaan ras, budaya, agama dan strata sosial yang sangat berbeda kami sadari. Toh, lagipula dia hanyalah idola kami. Syukur-syukur kalau kesampaian bertemu dirinya suatu saat nanti. Mungkin dikala ia telah beruban, dan lapisan epidermisnya menunjukkan benang-benang keriput di sekujur tubuhnya.
Pencarian Jati Diri
Pandangan saya, mengidolakannya merupakan pencarian jati diri saya sendiri. Saya ingin suatu saat sukses, entah dalam bentuk apapun yang pasti kesuksesan tersebut bukan hanya dalam bentuk materi atau pundi-pundi uang semata. tapi lebih kepada ketenangan batin yang sibuk mencari pengalaman hidup dan kisah yang tak dapat diperjualbelikan.
Ini kan cuma blog, dibaca syukur2 bisa jadi penginspirasi orang lain. Kalau nggak dibaca ya sudah, no problem…. namanya juga diari…
Loncat ah ke lain topik…
Buku yang pertama kali menginspirasi saya adalah pengalaman Toto-Chan gadis kecil yang punya nama asli Tetsuko Kuroyanagi. (eh, saya baru inget nama panjangnya sekarang!!!!hehehe) Saya baca buku itu pertama kali kelas 3 SD sekitar tahun 1993an. Buku Toto-Chan sendiri sudah bulukan, karena warisan dari Ayah saya yang terbit tahun 1980 (klo gak salah) Waktu itu cuma sekedar baca, tapi saya langsung jatuh cinta pada karakter Toto yang hidup era Perang dunia II. Sampai sekarang saya masih ingat esensi ceritanya.
Toto, sangat aktif, bisa dibilang hiperaktif. Mirip seperti saya waktu kecil dulu, selalu mau tau hal-hal yang menarik perhatiannya. Seperti komunikasi yang merupakan terdiri dari lambang-lambang semantik, syntamagtik dan pragmatik. Mana mungkin seorang berperilaku kalau bukan karena satu lambang yang ber’komplot’ dengan lambang lain & dari lambang-lambang itu kita tafsirkan sesuatu yang secara berbeda. Makanya si Toto jadi kelewat aktif, begitu pula saya… bahasa gawulnya want to know aja…
Sekarang saya sedang bingung, banyak kebingungan di benak saya selama ini. Karena hampir semuanya belum terjawab. Mungkin bagi sebagian orang, hidup itu adalah sebuah puzzle dimana kita harus mencari jati diri kita yang sudah ditentukan. Ataukah mouseios alias mozaik hidup yang terdiri dari kepingan pengalaman yang tak terduga sebelumnya dan menjadi keindahan serta keluarbiasaan seseorang. Tapi bagi sebagian orang, hidup itu mungkin harga mati karena setelah mengalami fase kedewasaan, orang harus memilih jalannya sendiri walaupun ia tak tahu setelah dilahirkan untuk apa hidupnya kelak. Atau hidup itu sebuah evolusi pikiran manusia yang paling akhir datang ke bumi setelah flora dan fauna. Sometimes, i feel like a little girl….
Saya yang mana ya ??? hehehehe
Dear human over there… wanna meet you to complete my life’s troughout….
-The end at Senci-

hello, anybody home…hehehe
aku baru memposting artikel tentang kebebasan beragama terkait dengan Ahmadiya :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/
Salam Merdeka
dan ketika kita tidak sadar bahwa sekarang kita hidup, maka sebenarnya kita hidup dalam kematian. bagiku, hidup adalah sebuah peziarahan………perjalanan dengan pernak perniknya untuk sampai pada tujuan.
Halo…
Kok judulnya aneh2 ya? dari bahasa apakah itu?
salam kenal
kau itu adalah apa yang kau rasa dan yg kau inginkan,