Jenuh, letih, lesu kadang jadi pegawai yang menanti akhir bulan tiba dengan setumpuk pekerjaan.
Saya pernah bercita-cita jadi artis (bukan selebriti) yang membuat banyak karya untuk dijual kepada publik. Jadi bisa dibilang saya ingin jadi artpreuneur (kalau saya membahasakannya seperti itu sih.. hehe). Tapi saya gak mau dibilang sok Ngartis alias pengen terkenal dengan segala sensasi gak mutunya itu. Beberapa tahun belakangan sepertinya mimpi-mimpi saya itu, semakin pudar. Meskipun dalam hati ada cahaya api yang masih membara, cuma kadarnya kecil.

Dalam perjalanan pulang kemarin (7/12/’11), saya bertemu dengan teman semasa kecil saya, namanya Insan Kamil. Dia punya blog juga sih di wordpress, dan saya sempat komentari blognya (walaupun waktu itu belum sadar dia itu teman kecil saya). Dia menegur saya terlebih dahulu, sementara saya ragu-ragu apakah itu benar teman saya? Ternyata Benar, itu Insan, temanku sewaktu kecil.
Saya mulai percakapan dengan bertanya soal istrinya, anaknya dan hingga pekerjaannya. Sepertinya, dia juga lelah dengan kondisi pekerjaannya yang hampir tiap hari 12 jam itu.

Mungkin saya masih beruntung, karena saya masih bekerja sesuai dengan jurusan yang saya ambil sewaktu kuliah dulu. Sementara dia, dulu ambil kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) jurusan MIPA FISIKA dan kini dia jadi bankir. Entah, mungkin takdir berkata lain,yaa??
Pikiran saya berkecamuk saat itu, memikirkan cita-cita saya waktu kecil dahulu. Lalu saya berkata, “Gue mau jadi ARTIS, itu prioritas gue dulu.. Dulu gue juga suka fisika kayak lo.. Tapi, karena SMA gue malas, entah kenapa hilang juga minat gue sama MIPA… Tapi begitu semester 2 kuliah, gue sering mikir, gue pengen pindah jurusan deh.. tapi sampai sekarang gak terjadi tuh!” begitu kira-kira.

Teman saya tertawa, ya, karena mungkin dia punya pengalaman sama seperti saya.
Perlahan, saat memasuki gang rumah, saya teringat masa sekolah di SMA dulu. “Andai, Andai, Andai,” itu cuma kata saya. Kembali lagi pada masa lalu yang manis, tapi juga ada pahit. Entah mengapa juga, saya teringat vespa kuning kakak saya. Ia bercita-cita jadi ilmuan biologi atau dokter yang berkuliah di UI dengan almamater kuningnya. “Semuanya biar serba kuning!” Begitu kata dia. Tapi kini sekarang jadi auditor pajak. Mungkin ia sekarang senang dengan apa yang ia dapatkan, tapi mengapa saya belum ya? *Bebel* Itu kali ya yang membuat saya tetap ingin jadi apa yang saya cita-citakan sejak usia 2 tahun.

Oh, masa SMA, andai bisa mengulang.. Pasti dengan tatapan yakin saya akan bilang sama orangtua saya, “I wanna be AN ARTPRENEUR, BUT SMART!!” Akhir kata, saya kangen sama doi yang dahulu selalu membuat saya tersenyum dan bersemangat… hahahahaha

-With Luv-

Anggita Devi (08/08/’11)