jump to navigation

Hello Aunty, how are you today? Desember 1, 2008

Posted by lil4ngel5ing in flashback story.
2 comments
gak ada hubungannya si ama tulisan

gak ada hubungannya si ama tulisan

Dear my lovely Aunt,

Entah kenapa, saya ingat tante saya yang berdomisili di DI Yogyakarta.

Apa mungkin karena saat ini saya sedang bingung, bingung untuk ditolong sebenarnya.

Sssst, saya punya rahasia, kenapa saya ingin ditolong…

Tapi saya tak berani mengungkapkan pada siapa pun. Terlalu takut mungkin ya?

Tapi selama ini, sudah sekian kali IA menolong saya.

Cuma saya sering melupakanNYA.

Berikut kata-kata yang ia ucapkan saat saya menenangkan diri ke kediaman Eyang dan Tante saya beberapa bulan lalu;

Seorang saudara atau teman yang baik adalah membantu kala saudara dan sahabat atau temannya mengalami kesulitan. Namun ia tak pernah mengharapkan imbalan dari orang itu. Jiwanya ikhlas, baginya menolong yang membutuhkan hanyalah serangkaian dari kehidupan. Apabila ia mengharap imbalan, baginya hanya akan ada kesulitan dalam hidupnya. Hanya satu imbalan yang ia harapkan dari menolong, yaitu suatu hari ALLOH SWT menjaga keluarganya dan anak cucunya hingga akhir jaman. (AMIEEN !)

Apa kabar Bulik? Memang betul, menolong orang lain tanpa imbalan rasanya lebih nikmat.

WITH LOVE

-Your lovely niece-

PING HIJAU YANG KECIL PUN INGIN MELIHAT DUNIA Februari 19, 2008

Posted by lil4ngel5ing in Suasana, flashback story, humanity, lihat-lihat.
9 comments

Ping melompat, Hop! Kakinya kurus kering. Warnanya hijau klorofil, matanya yang kuning layaknya melotot kearah pohon besar yang tak pernah dapat ia mendaki. “aku ingin bisa sampai pada dahanmu duhai pohon” ujarnya dalam hati. Kakinya memang kecil, siapa sangka lompatannya dua kali atau mungkin enam kali lebih tinggi dibanding para manusia. “KROOOOKK, PANGPUNG, TUNGTUNGTUNG” mereka para katak suka bernyanyi.

Ingin rasanya lari dari kolam, bosan dengan suasana yang begitu-begitu saja. Menjelajah lebih luas dunia yang tak ada habisnya untuk ditelusuri. Kolam yang menjadi tempat tinggalnya saat lahir hingga remaja itu ia tinggalkan. Ikan-ikan, laba-laba air, belut dan semua populasi binatang di kolam itu bertanya ‘mau kemana kau pergi wahai Ping?’ Sebagian besar dari mereka mengatakan itu konyol, tapi tak banyak yang mendukungnya. Ping tetap nekat pergi dari kolam yang tak pernah ia tinggal sebelumnya. Kolam yang memberinya kehidupan lahir dan batin di masa sebelumnya.

Mau kemana, Ping pun juga tak tahu. Ia hanya ingin lepas dari kepenatan yang singgah di kehidupan hari-harinya. Ia harus melewati hutan yang ditumbuhi aneka ragam hayati. Semula ia ragu, tapi keraguan ia tepis. Satu persatu, ia mencoba melompati dan melewati pepohonan itu. Kakinya kecil dan kuat seolah tak pernah kenal rasa lelah demi mencari arti jiwanya yang dijual untuk sebuah pengetahuan. Dan, suatu hari ia bertemu dengan pohon yang gagah dan sulit dilompati. Ia mengeluh, tapi tak sedetikpun keluhannya membuatnya putus asa untuk meraih puncak pohon tertinggi itu.

“Aku, Ping si katak yang suka melompat! Tak boleh ku menyerah sebelum tiba ajalku” kira2 begitulah ucapan Ping. Sampai suatu ketika, dirinya seringan bulu angsa, dan segesit garuda saat menukik indah.

Haloo!

“Ah, aku sampai! Aku sampai !” teriaknya tak percaya. Ia pun melihat langit, ujung dunia yang pernah terbesit di benaknya sekejap sirna menjadi debu-debu bintang. Dunia luas, terpatri dipelupuk matanya saat melihat keindahan di luar kolam. ‘Andaikan mereka dapat melihatnya” senyum Ping penuh kemenangan. Tapi tak pernah ada puasnya ia untuk mencari dahan yang lebih tinggi dan lebih kokoh. Mulai saat itu pun ia terkenal dengan sebutan Ping si katak hijau pelompat pohon.

Mungkin sama halnya dengan kita kaum manusia yang selalu haus akan ilmu yang tak pernah ada habisnya. Tapi, tanpa tekad yang kuat kita mungkin tak akan pernah menikmati masa-masa sulit dan kebahagiaan saat kita berhasil mencapai hal yang belum pernah kita lihat.

“Ah Ping, kau kecil saja bisa seperti itu.. mengapa kami tidak bisa?” suara saya dalam hati. Hanya saja saya bukan orang yang sepenuhnya bersandar pada kesabaran layaknya Ping hijau yang kecil.

-Diambil dari cerita Ping yang hidup di Cina ribuan tahun lalu-

(lupa nama penulisnya)

I’m Late… Januari 29, 2008

Posted by lil4ngel5ing in flashback story.
7 comments

I’m Late to be better than yesterday

I’m late to say sorry what happened yesterday

Now because of late, im so sad…

Begini ceritanya, meskipun waktu masih nge-kampus saya termasuk mahasiswa yang cukup aktif, cepet tanggap waktu disuruh ini itu sama dosen. Temen2 pun banyak dan mengakui keunggulan saiya…

Entah kenapa, atau mungkin nggak sesuai projek atau mungkin nggak suka sama kondisi ruangan kantor atau kelewat bego buat seorang saya yang punya otak pas2an ini… Pokoknya, dunia kerja yang sekarang (apa masih penyesuaian diri yah?) merasa paling telat. Yah, karena dikantor juga merupakan yang paling muda kali yah? jadi keliatan masih begooooooo banget… auk ah lap…

Bibir tertawa, hati menangis… (swer deh…) karena keterbatasan saya. Sering saya lihat orang yang sudah punya kualitas oke mondar-mandir di depan saya. (kerasa deh begonya) Bisa persuasif kalau bicara dengan orang lain…. bla-bla-bla…

KACAU.. itu yang ada di benak saya, uh, pengennya nangis, tapi mo nangisin apaan?begini nih…

Dulu tuh, waktu saya sekolah, mulai dari SD deh, saya termasuk yang lumayan pinter. Mo’ pamer dikit… rangking sekitar 10-17 (of course dari depan!). SMP semakin rajin dan bisa menjabat rangkin 3 (paling mentok), tapi pernah gak masuk dua bulan sekolah gara2 sakit typhus ! ketinggalan pelajaran banget… bikin bego,… SMA, sempet seneng sekolah trus drop gara2 dipindahin skul, bukan dipindahin sih, dipaksa masuk sekul yang saya gak mau… Tapi ikut2an ESKUL, berbagai macam les mulai dari Inggris, pokoknya banyak banget deh tuh ikut2 les, klub renang de el el …. banyak banget deh pokoknya… Jeleknya, KEMALASAN saya bertambah pesat… hehe, malas dalam belajar di bidang pelajaran tertentu. Waktu SMP dan SD, biarpun gak terlalu suka matematik, nilai saya bisa sembilan, delapan paling kecil tujuh. Begitu pula fisika, pernah dapet nilai paling bagus seangkatan. dan dulu ngewakilin olimpiade matematika, biar kata begitu mo ikut olimpiade matematika, saya telat 1 jam gara2 pihak manajemen skul gak tau konfirmasi jelas . Dan alhasil dari 40 soal, cuma 30 yang saya bisa kerjain. itu juga gak tau bener salahnya berapa… haha, what a funny story..

lanjut….

Begitu SMA, kemauan saya belajar ilmu MIPA = NOL alias gak ada… cuma suka biologi aja MIPAnya dan sedikit KIMIA. Kalau IPS, karena menurut saya cuma bermodal baca buku, hal itu tak pernah jadi masalah. Pasti deh nilainya paling kecil 7 (gaya dehhh) Sedangkan untuk pelajaran bahasa asing, boleh dibilang paling pinter satu kelas dan sumber bahan sontekkan..hehe ALHASIL saya masuk 3 IPS di sebuah SMA. SMA masa paling bewarna buat saya, selain nemu banyak cowok2 yang menurut saya waktu itu cakep, sering adu mulut sama orang tua, kabur waktu sekolah gara2 MALAS (lagi). Pokoknya banyak… Matematika dan FIsika punya nilai ORANGE alias 4 ! di raport.

Suatu hari, guru akuntansi saya berpesan kepada saya. Namanya Ibu Shelfa : “Nak, kamu akan bayar hutangmu sewaktu bekerja nanti. Dunia layaknya, Hutang, Piutang, Debet dan Kredit nak.. Layaknya sebuah perusahaan… Dirimu layaknya perusahaan yang sedang berkembang, penuh dengan staff dan manajer dan segala sesuatunya. Ingat itu nak KAS perusahaanmu nak, belajar rajin layaknya mengisi KAS dirimu. Sedangkan malas dan mencontek seperti halnya Berhutang pada perusahaan lain… ingat itu, saat ini saya seperti menyuapkan pisang kepada anaknya mulai dari membukakan kulitnya hingga menyuapinya. Selepas SMA kamu nak, tidak akan ada lagi masa seperti ini. Tapi kalau kamu sewaktu-waktu berniat membayar hutangmu yang banyak, INSYA ALLOH hutangmu lunas dan cita2 mu terkabul” ujar Ibu Shelfa dengan kelembutan.

Waktu Ibu guru tersayang berkata seperti itu, saya sudah kelas 3 SMA. Saya termasuk yang pandai di akuntansi, meskipun kadang2 masih suka mencontek.(hehe)

Waktu kuliah, saya masih menyibukkan diri saya diluar kuliah mulai ikut les2 lagi bahasa jepang, inggeris, les piano, nyanyi, ikutan LSM. Tapi ada sesuatu yang tetap mengganjal di hati entah apa. Nilai alias IP pernah anjlok sampai 2,5 aja (IP pertama 3,4) … stress berat gitu mikirin IP yang gak naek2 cuma 2,5 selama dua semester (2 & 3).

Lalu, tiba2 saya tersadar kalau semua harus diubah. “SAYA HARUS RAJIN !!” ujar saya dalam hati, saya menangis 1 hari 1 malam. Serta merta IP saya naik drastis jadi 3,48 dari 2,57.. Saya menangis menyesali diri saya yang malas, dahulu kala… kenapa saya begini, saya pun teringat ucapan Ibu Shelfa. Ah, Ibu… kata2 mu sungguh benar. Sekarang saya menyesal sepenuh jiwa. Saya tidak tahu bagaimana harus membayar ‘hutang’ lagi. Saya baru tersadar dan bangun dari mimpi2 itu, kalau saya sebenarnya cinta kepada semua yang saya pelajari. Saya CINTA MATEMATIKA, FISIKA dan semua pelajaran yang memberikan pemahaman tentang dunia. Saya tak pernah sadar, kalau kemampuan saya menyerap ilmu pengetahuan dengan mudah asalnya dari CINTA. kalau tidak cinta, mana mungkin saya tanggap dengan cepat. Saya pun sering ngeFANS dengan banyak orang. Saya ingin seperti dirinya, dihargai orang lain, berprestasi saat muda. Itu membuat saya bangkit dari keterpurukan. “SAYA INGIN SEPERTI DIA, BERTEMU DENGANNYA supaya DAPAT BELAJAR BANYAK DARINYA!!!” ujar saya di hati HEBOOHH banget yak?

Apalagi setelah saya menyerap esensi dari buku MUSASHI karangan EIJI YOSHIKAWA. Lalu perjuangan MUHAMMAD SAW yang di puji dan disanjung oleh penulis barat dan ditempatkan di daftar NO. 1 orang yang berpengaruh dalam sejarah.

Sampai sekarang saya sering mencari cara bagaimana menutupi ‘hutang’ saya itu. Saya banyak membaca, meneruskan praktek kemusikan saya dll. Imbasnya, saya sering lupa hal2 kecil lainnya. mungkin otak sudah overload.. Tidak pernah di refresh nah, sekarang saya malah menjadi seperti antara pandai dan tolol ! Ah, kenapa saya ini… Saya ingin mengejar impian saya, yang dulu pernah diharapkan oleh Orangtua dan Guru2 saya. Andaikan saya dapat kembali setidaknya masa SMA… Ya ALLOH, kenapa saya ini??? Rindu aku padaMU…

Mungkin ini terlambat, daripada tidak… Saya tidak ingin terlambat sesungguhnya.. tapi, apa mau dikata…

AM I LATE ???
-AT OFFICE ROOM-

Confused and sad…