jump to navigation

The Sesame Street is “jalannya anak-anak” Februari 11, 2009

Posted by lil4ngel5ing in Renungan.
8 comments

Ini adalah A, A untuk angin atau ini W, W untuk Wind. Birdie menghitung jalan menuju ke kediaman monster coockie yang cuma bisa nyengir. Bocah-bocah dalam rumah tertawa dalam hitungan detik. Jalan sesame waktu itu membuat bocah-bocah seperti kami belajar banyak hal. Dari mulai mengitung kancing, memasang tali sepatu, menulis huruf A sampai Z dan segala hal di luar jangkauan anak-anak yang diam manis menatap dunia televisi.

Bahkan, beberapa teman, ia belajar bahasa Inggris dari tontonan Sesame street. Apakah sudah bakat alam atau ia seorang yang pandai, ia dapat berguru dari media apapun dengan cepat dan tentu juga tangkas. Kini jalan sesame itu muncul lagi, dalam versi bahasa Indonesia yang rasanya tak sebagus bahasa si empunya. Rasanya, dua kebudayaan timur dan barat dengan peraturan kebebasan yang berlainan ditonjolkan dalam dunia fiksi seperti itu. Entah kenapa saya lebih suka yang barat punya, negara ini sudah cukup disinari oleh tawa anak-anak lewat petualangan si bolang, laskar pelangi yang ceria di tengah beban hidup. Mereka hidup di alam bebas tanpa imajinasi si boneka warna-warni. Apakah sempit pikiran saya, mungkin saja iya. Bagiku tetap janggal.

Masa kecil itu penuh gelak tawa, tak peduli kadang derita orang lain atau derita kita menyambangi. Walaupun efeknya kala kita akil balig tetap terasa ada sesuatu yang tak beres di masa kecil kita. Wajah-wajah kami memang kelihatannya polos, tapi memori kami tentang sesuatu yang membuat sebuah luka ternganga dengan bekas luka yang telah kering tetap menimbulkan emosi yang berbeda sampai kapanpun.

Jalan sesama itu ibaratnya hanya sebuah vase dalam kehidupan. Itu jalan yang harus dilalui semua orang, jalan yang mengubah seorang anak yang kelak Akhirnya juga akan memiliki seorang anak. Anak yang belajar dari mulai nol hingga berwawasan. Jalan dimana ada masalah, pemecahan masalahnya yang berlainan. Sama halnya dengan membuat sebuah kue yang akan dimakan si monster coockies yang doyan semua jenis kue. Kue yang enak, dibuat dengan cita rasa sepenuh hati meskipun peralatan yang dipakai sangat sederhana. Tapi bila dibuatnya dengan rasa kasih sayang akan menimbulkan efek lezat bagi penikmatnya.

CERITA CINTA BUNGA MATAHARI Juni 20, 2008

Posted by lil4ngel5ing in Life Stage, Renungan.
9 comments

 

Setiap bunga yang mekar pasti akan berkembang lalu layu. Bunga matahariku warnanya kuning terang. Bunga matahariku akan mulai redup kali ini. Namun masih banyak bunga matahari yang tumbuh berkembang dan layu milik gadis-gadis kecil itu, sampai dunia tutup usia.

Mengapa bunga itu tanpa nama, lalu orang menamakannya si bunga matahari? Konon, matahari ingin mencari teman setia yang bisa menemaninya kala siang dan redup kala malam.
Setitik benih suci bewarna tak berwarna menghampiri dan menyapa matahari di ufuk timur, dan ia berkata “Hai Matahariku, aku dengar kau sedang mencari teman? bukankah kau punya banyak teman di galaksi bimasakti ini?” sapanya sambil tersenyum.

“Ah, mereka itu kan sibuk dengan edaran planet dan kometnya… lagipula aku punya teman yang lebih besar dari aku. suatu saat, aku akan dimakan matahari yang lain karena dayaku akan habis” Ujar matahari sambil tersenyum ceria.

“Oh, begitukah? kalau begitu, teman seperti apa yang kau cari matahariku?” Ujar benih itu berharap.

“Aku mencari teman di planet bumi, teman kecilku bicara saat aku terang. Kau tau, aku tak pernah tidur atas kuasa Illahi.. makanya aku cari teman bicara” terang matahari.

“Kalau begitu, aku mau jadi temanmu” pinta si benih kecil.

“Oh ya? kamu begitu kecil teman, mana ada yang tahan bicara denganku setiap saat? aku begitu panas dan bisa membuat siapun mencair dan berpeluh… lihat kau begitu kecil, bagaimana jadinya bila kau berjemur di depan diriku setiap hari setiap waktu?”

“Dengar matahari, entah mengapa, begitu aku lahir di dunia ini… sepertinya Tuhan memintaku untuk mencintaimu” Benih kecil itu tertawa ceria.

“Memangnya kau sudah tanya pada Tuhan?”

“Aku sudah tanyakan pada-NYA, bolehkah aku menjadi pendampingmu kala bersinar semenit lalu. Lalu IA bilang boleh-boleh saja”

“Coba kutanyakan pada-NYA” lalu matahari pergi seharian bertanya pada ILLAHI meninggalkan si benih yang penuh dengan harapan.

Matahari pun akhirnya datang dan bersinar, si benih kecilpun berseri-seri.
“Bagaimana tadi? Bolehkan? Demi Alloh, aku sudah bertanya padanya… tapi kau tak percaya padaku, jangan-jangan kau bujuk TUHAN supaya aku tak jadi pendampingmu” Benih kecil cerewet bukan main. Mataharipun tertawa.

“Baik, kau boleh berteman denganku… Tuhan mengijinkan engkau… mulai saat ini, kau jadi kekasihku” matahari ikut senang.

“Apa kau tanya pada Tuhan, aku akan jadi pohon apa?”

“Kau mau tau? Kau akan jadi bunga si matahari, kau akan menemaniku sepanjang hari, bicara padaku dan tak berpaling dariku sedetikpun ketika bicara padaku… apa kau kuat kekasihku?”

“Aku kuat duhai kekasih baruku, mulai saat ini… aku akan selalu menemanimu kemanapun kau berputar seperti bulan yang setia pada ibuku si bumi” ujar benih itu senang.

“Kalau begitu, mulai sekarang biarlah orang tahu kalau kau kekasihku… maka itu kau akan kupanggil bunga matahari, kekasihku” ujar matahari lembut.

Putik dan Serbuk bertemu menghasilkan benih-benih baru bunga matahari. Warnanya kecoklatan, si hamster kecil pun lahap memakan bijih bunga matahari. Rasanya gurih mencerminkan keceriaan milik kekasih matahari. Itu mengapa bunga matahari mengikuti arah matahari, dari pagi hingga sore lalu layu. Namun tak lantas kelayuan itu meruntuhkan akar dan batangnya. Mati satu tumbuh seribu, sangat indah kekasih-kekasih matahari di kebun milikku.

Bunga matahari mencerminkan setiap individu yang setia pada pasangan hidupnya. Diri ini ingin seperti bunga matahari, setiap orang ingin seperti bunga matahari, tak terkecuali selebriti. Namun, dapatkah cinta kita semurni dan sekuat bunga matahari yang tetap semangat walaupun ditengah terik matahari?
Aku akan melayu, melayu seperti bunga – bunga itu. Seseorang pernah berkata, kecantikan akan termakan usia. Tapi tidak dengan pikiran kita. Banyak menyesalkan kecantikan luar dan dalamku tak tereksplor dengan baik. Aku seharusnya menjajal selebritas… ah, memang asik kelihatannya, tapi aku sangat tidak gila dengan popularitas fanatisme manusia moderen ini.

Sedikit aku menyesal, namun aku masih bisa bertahan karena masih bisa mensyukuri aku bukan tidur di trotoar dan pinggir jalan ataupun kardus-kardus kumal nan kusam.

Pepatah pernah berkata, popularitas yang baik akan timbul atas kuasa Illahi. Biarlah popularitas itu tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa harus materi semata. Muhammad SAW, Musashi Miyamoto, Tsun Zu, Toyotomi Hideyoshi, Sallahuddin, Johann Sebastian Bach, Isaac Newton, Gallileo Gallilei…. mereka terkenal bukan mau mereka. Tapi mereka terkenal atas kontribusi mereka pada dunia. Mereka tak butuh popularitas, yang mereka butuhkan hanya bagaimana agar karya ajaib mereka dapat digunakan, setidaknya bagi orang sekeliling mereka meskipun banyak mengorbankan banyak jiwa dan setidaknya bagaimana merubah hal yang buruk menjadi lebih baik lagi. Itulah popularitas mereka… Popularitas yang abadi seperti cinta bunga matahari pada matahari, seperti cinta abadi ILLAHI pada umatnya….

19th June 2008
@ New Office

…I LOVE WORKING AND WRITING A LOT…

El Rojo Hilvanar ???? April 4, 2008

Posted by lil4ngel5ing in Life Stage, Renungan, humanity.
4 comments

Ouchhh…

We call him as Mr. Ganteng…

    Saya, sepupu saya yang seumuran (Silvy), adik sepupu saya yang baru berusia 10 tahun (zanticha) dan adik saya sendiri yang baru menjajaki SMA (Lauretta) seperti tersihir oleh ketampanan pria yang ada dalam layar kaca.

    Memang tidak ada yang namanya nabi Yusuf kedua… paling tidak, banyak orang tua yang ingin anaknya kelak tampan seperti Yusuf. Malah lucunya, pria yang diberi nama seperti nabi sekaligus manusia paling ganteng sedunia jarang yang punya wajah sepertinya. Ingat lakon Fanny Fadilah sebagai Ucup? Ya, Yusuf bin Sanusi yang biasa dipanggil Ucup Item.

  Belum pernah kami mengagumi cowok jaman sekarang sedemikian rupa meskipun dengan kekurangannya. Seolah-olah kekurangan yang dimiliki hilang ditelan dunia. Memang cowok itu bukan manusia sempurna, dia manusia dengan segala kekurangan dan kebiasaannya yang mungkin tak disukai orang lain. Tapi, kami tersihir! tersihir dengan senyumannya… Ah, inilah kegilaan kami berempat, dari yang kecil sampai yang besar mendambakan pria seperti dirinya.

   Sayangnya, ia cuma ada satu di dunia ini. Cowok idaman bersama, meskipun jarak, perbedaan ras, budaya, agama dan strata sosial yang sangat berbeda kami sadari. Toh, lagipula dia hanyalah idola kami. Syukur-syukur kalau kesampaian bertemu dirinya suatu saat nanti. Mungkin dikala ia telah beruban, dan lapisan epidermisnya menunjukkan benang-benang keriput di sekujur tubuhnya.

Pencarian Jati Diri

    Pandangan saya, mengidolakannya merupakan pencarian jati diri saya sendiri. Saya ingin suatu saat sukses, entah dalam bentuk apapun yang pasti kesuksesan tersebut bukan hanya dalam bentuk materi atau pundi-pundi uang semata. tapi lebih kepada ketenangan batin yang sibuk mencari pengalaman hidup dan kisah yang tak dapat diperjualbelikan.

     Ini kan cuma blog, dibaca syukur2 bisa jadi penginspirasi orang lain. Kalau nggak dibaca ya sudah, no problem…. namanya juga diari…

Loncat ah ke lain topik…

     Buku yang pertama kali menginspirasi saya adalah pengalaman Toto-Chan gadis kecil yang punya nama asli Tetsuko Kuroyanagi. (eh, saya baru inget nama panjangnya sekarang!!!!hehehe) Saya baca buku itu pertama kali kelas 3 SD sekitar tahun 1993an. Buku Toto-Chan sendiri sudah bulukan, karena warisan dari Ayah saya yang terbit tahun 1980 (klo gak salah) Waktu itu cuma sekedar baca, tapi saya langsung jatuh cinta pada karakter Toto yang hidup era Perang dunia II. Sampai sekarang saya masih ingat esensi ceritanya.

    Toto, sangat aktif, bisa dibilang hiperaktif. Mirip seperti saya waktu kecil dulu, selalu mau tau hal-hal yang menarik perhatiannya. Seperti komunikasi yang merupakan terdiri dari lambang-lambang semantik, syntamagtik dan pragmatik. Mana mungkin seorang berperilaku kalau bukan karena satu lambang yang ber’komplot’ dengan lambang lain & dari lambang-lambang itu kita tafsirkan sesuatu yang secara berbeda. Makanya si Toto jadi kelewat aktif, begitu pula saya… bahasa gawulnya want to know aja…

    Sekarang saya sedang bingung, banyak kebingungan di benak saya selama ini. Karena hampir semuanya belum terjawab. Mungkin bagi sebagian orang, hidup itu adalah sebuah puzzle dimana kita harus mencari jati diri kita yang sudah ditentukan. Ataukah mouseios alias mozaik hidup yang terdiri dari kepingan pengalaman yang tak terduga sebelumnya dan menjadi keindahan serta keluarbiasaan seseorang. Tapi bagi sebagian orang, hidup itu mungkin harga mati karena setelah mengalami fase kedewasaan, orang harus memilih jalannya sendiri walaupun ia tak tahu setelah dilahirkan untuk apa hidupnya kelak. Atau hidup itu sebuah evolusi pikiran manusia yang paling akhir datang ke bumi setelah flora dan fauna. Sometimes, i feel like a little girl….

Saya yang mana ya ??? hehehehe

Dear human over there… wanna meet you to complete my life’s troughout….

-The end at Senci-